Camat Dukuh Pakis Angkat Bicara Terkait Oknum Stafnya Diduga Lakukan Penipuan Penerimaan Pegawai

Camat Dukuh Pakis Angkat Bicara Terkait Oknum Stafnya Diduga Lakukan Penipuan Penerimaan Pegawai

Sindikat Post, Surabaya – Dugaan penipuan dengan iming iming bisa memasukan seseorang menjadi pegawai negeri dilakukan oleh oknum staf pegawai negeri sipil (PNS) Kecamatan Dukuh Pakis Surabaya berinisial SK.

Sekitar bulan Agustus 2017 korban bernama Didit menemui SK untuk menyerahkan uang sebesar Rp. 20 juta dengan tujuan untuk dapat masuk menjadi PNS, menurut keterangan korban, uang diserahkan karena korban tertarik iming iming dari SK yang bisa memasukan orang menjadi pegawai negeri. Setelah ditunggu beberapa bulan ternyata apa yang dijanjikan SK tidak terbukti, dan korban meminta uang kembali dan pada bulan Januari 2018 uang dikembalikan SK hanya sebesar Rp.5 juta dan SK berjanji mengembalikan sisanya sebesar Rp. 15 juta pada bulan Maret 2018.

Ket : Oknum SK

Ketika SK ditemui wartawan Sindikat Post di Kantor Kecamatan Dukuh Pakis, Senin (16/4/2018), SK tidak menepis kabar tersebut , “Uang yang saya terima saya serahkan kepada Beny anggota salah partai politik, karena dia bisa memasukan orang menjadi pegawai negeri, berhubung Beny sekarang tidak bisa saya temui akhirnya saya punya inisiatif sendiri mengembalikan sisa uang Didit sebesar Rp.15 juta itu” ucap SK

“Jangan diangkat berita mas, Minggu depan saya kembalikan uangnya, saya sudah koordinasi dengan teman saya wartawan media harian berapa yang pantas saya kasihkan ke sampeyan” pungkas SK

Dari konfirmasi, SK berusaha membujuk wartawan Sindikat Post dengan menjanjikan memberi sejumlah uang dengan tujuan agar perbuatan dirinya tidak dimuat.

Dikesempatan berbeda ketika Camat Dukuh Pakis Drs. Hari Widodo dikonfirmasi terkait penerimaan uang oleh anak buahnya mengatakan tidak tahu menahu terkait hal tersebut. Senin (16/2/2018).

“Baru dari sampeyan saya tahu masalah SK menerima uang terkait rekrutmen pegawai, SK memang banyak masalah, ini saya lagi memproses SK terkait pelayanan, jadi ada beberapa pelaporan dari masyarakat bahwa SK menerima uang untuk mengurus surat surat, uang diterima tetapi tidak diselesaikan, bagaimana diselesaikan berkas saja tidak ada, makanya ini saya lagi proses laporan terkait SK dan saya akan saya laporkan ke bu wali,” tutur Hari Widodo.

Ket : Drs. Hari Widodo, Camat Dukuh pakis Surabaya

Lanjut Hari Widodo, “Saya tidak mau menutupi jika ada pegawai saya yang salah, saya sudah panggil SK beberapa kali, mulai disiplin sampai penerimaan uang dari masyarakat yang mengurus surat surat dan sekarang tambah satu lagi menerima uang untuk masukan orang jadi pegawai”.

Dari perkataan Camat bahwa SK memang bermasalah didukung juga dari penelusuran Wartawan Sindikat Post, ternyata  pada tahun kemarin SK berulah dengan melakukan pungli KTP, KSK dan akte kelahiran. Hal tersebut terungkap dari berita dibeberapa media online.@ds

2,142 kali dilihat, 21 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!