Bupati Pamekasan dan Rektor Universitas Madura Siap Membangun Desa

Bupati Pamekasan dan Rektor Universitas Madura Siap Membangun Desa

Sindikat Post, Surabaya – Dalam acara dialog TVRI Jawa Timur minggu lalu di Surabaya Semanggi, yang disponsori oleh BKKBN Jatim dan Yayasan Damandiri yang mengirim pembawa acara Haryono Suyono, telah dihadirkan Bupati Pamekasan H. Badrun Tamam, Ketua Tim Penggerak PKK Bangkalan, Zainab Zuraidah Abdul Latif, Rektor Universitas Madura Dr Ir Riszgina, MP, Kepala BKKBN Jatim H. Yenrizal Makmur, SP, MM. dan Deputy BKKBN Prof. Dr. Rizal M. Damanik.

Acara dialog yang membahas perkembangan program KKB di Jatim yang telah menghasilkan tingkat kelahiran yang seimbang, 2,1 anak untuk seluruh Jatim, sesungguhnya menyisakan tingkat kematian ibu hamil yang relatif masih tinggi, usia menikah relatif muda serta peran generasi muda yang belum optimal karena tingkat pendidikan yang relatif masih rendah. Oleh karena itu, sementara fungsi reproduksi masih belum sempurna,

Tugas BKKBN dan mitra kerjanya di Jawa Timur tidak lagi semata-mata mengajak pasangan usia subur sekedar ber-KB tetapi lebih pada meningkatkan mutu peserta KB dan mengajak keluarga muda di Jatim lebih menggalakkan pengembangan dan penyempurnaan tujuh fungsi keluarga lainnya, yaitu fungsi pendidikan, ekonomi, keseimbangan kasih sayang pada anak-anak utamanya anak perempuan agar tidak menikah secara dini tetapi menempuh pendidikan setinggi-tingginya, fungsi ekonomi untuk kaum perempuan dan pemeliharaan sumber daya alam dan lingkungan untuk anak cucu.

Menghadapi tantangan tersebut di lapangan Bupati Pamekasan yang biasanya sulit bagi masyarakat Madura, di Kabupatennya telah mulai dilakukan penggarapan dengan cara modern yaitu menggunakan sistem IT dalam berbagai program dan kegiatan sehingga upaya modernisasi sampai ke desa mulai menghasilkan perubahan cara berpikir dan pengembangan desa dan masyarakatnya lebih cepat.

Oleh karena itu Bupati menyambut baik andaikan kegiatan Universitas Madura atau perguruan tinggi lain dalam kuliah kerja nyata atau kegiatan para mahasiswa ikut membangun desa dan masyarakatnya. Menyambut hal ini, adanya upaya mengucurnya dana desa sangat di sambut masyarakat di desa dan menghasilkan perubahan cara pandang, cara membangun desa dan pengembangan masyarakatnya.

Menurut Bupati, banyak inovasi yang tumbuh di desa dan Kabupatennya. Mahasiswa juga ikut menikmati kesempatan mengadakan kuliah kerja nyata dan ikut bersama warga membangun desa dan mengolah berbagai opsi yang mampu mengantar kemajuan desanya.

Kepala BKKBN Provinsi dan Deputy BKKBN Pusat menyambut baik kerja sama antar perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam memajukan program KB, utamanya dalam membangun keluarga sejahtera karena akhirnya tujuan program Kependudukan dan KB adalah pembangunan keluarga yang bahagia dan sejahtera, bukan sekedar mengharapkan setiap keluarga menggunakan kontrasepsi saja. Karena itu Kampung KB harus segera dikembangkan menjadi Kampung Keluarga Sejahtera yang setiap keluarga di desa akan memiliki tingkat kematian karena mengandung yang rendah, tingkat kematian bayi yang rendah sehingga setiap pasangan perlu menikah pada usia yang matang, memiliki pendidikan yang memadai dan memiliki pekerjaan yang menjamin keluarganya hidup bahagia dan sejahtera.

Acara malam itu ditutup dengan menyanyi bersama dengan seluruh peserta yang memenuhi studio malam itu diantar oleh Dr. Mulyono Danisaputro dengan suara merdunya. @red (hs)

606 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!