Bupati Magetan Siap Membangun Keluarga Bahagia Sejahtera

Bupati Magetan Siap Membangun Keluarga Bahagia Sejahtera

Sindikat Post, Magetan – Setelah menyelesaikan tugas dengan berhasil di Ibukota Jakarta, terakhir sebagai Sekjen Kominfo, Dr. Drs. Suprawoto, SH., M.Si., sekitar satu tahun lalu terpilih sebagai Bupati Magetan di Jawa Timur. Kabupaten Magetan terletak di sebelah timur Kota dan Kabupaten Madiun, yang seperti berbagai Kabupaten lainnya di Jawa Timur, memiliki keberhasilan yang tinggi dalam program Keluarga Berencana (KB), sehingga hari-hari ini tidak lagi harus bekerja keras mengajak pasangan subur untuk menggunakan kontrasepsi, karena secara sadar pasangan usia subur di Kabupaten itu siap ber-KB.

Karena itu program KB bergeser mengganti pasangan usia subur yang berhenti ber-KB karena usia sudah tua, menopause, diganti dengan pasangan usia muda yang sudah memiliki satu orang anak. Lebih dari itu, setiap pasangan usia subur yang sudah ber-KB atau remaja mudanya, bekerja keras berusaha membangun keluarga sejahtera melalui peningkatan pendidikan yang makin maju, mempersiapkan anak muda usia kerja dengan pelatihan ketrampilan yang makin lengkap agar bisa bekerja dalam bidang pertanian modern, membangun industri rumah tangga dan mencoba menggali potensi daerah untuk membangun industri menengah dan besar dari kekayaan alam yang ada di kabupatennya

Menggerakkan pembangunan desa dan masyarakat desanya dengan dana yang dikucurkan melalui Dana Desa langsung ke setiap desanya. Tidak kepalang tanggung, Bupati yang tampil tegar dalam Acara “Semanggi Show” TVRI Surabaya atas undangan Kepala BKKBN Jawa Timur Drs. Yenrizal Makmur dan Pengantar Dialog Prof. Dr. Haryono Suyono, kini Ketua Tim Pakar Menteri Desa PDTT di Jakarta hari Selasa kemarin, dengan gamblang memaparkan langkah-langkah strategis di hadapan penonton yang memadati studio bersama panel Rektor Universitas PGRI Adi Buana, Dr. Djoko Adi Waluyo, Sekjen DNIKS Edwil Djamaoedin dan Kepala BKKBN Provinsi Jawa Timur Drs. Yenrizal Makmur. Hadir juga Pejabat Senior Kabupaten Magetan, BKKBN Provinsi, Mahasiswa Adi Buana, Yudha dari Kementerian Desa PDTT, Vera dari Lembaga Disabilitas dan Dr. Mulyono dari Yayasan Damandiri.

Acara dialog itu secara panjang lebar mendengarkan paparan Bupati Magetan dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia di Magetan dan upaya pembangunan dalam bidang kesehatan yang sangat luas serta penggalian potensi wisata Kabupatennya. Dibahas pula upaya penggarapan dan peningkatan produk lokal yang laku jual ke daerah lain dan. Sebagai mantan Sekjen Kominfo, beliau mulai menggagas penjualan dengan sistem on line produk-produk kabupatennya.

Sebelum acara, Bupati memberi tanggapan bahwa apabila dikehendaki, seperti di mulai di Kabupaten Trenggalek, mulai dilakukan pengembangan BUMNShop yang melayani Warung-warung Desa. Apabila dikehendaki oleh Pemerintah Pusat, Kabupaten Magetan juga siap asalkan tidak mematikan warung desa milik rakyat banyak dan produk yang dijual memiliki harga bersaing serta mampu memasarkan produk lokal yang makin diminati masyarakat luas di seluruh kabupaten.

Rektor Adi Buana, Dr. Djoko Adi Waluyo, memberi komentar bahwa para Dosen dan Mahasiswa perguruan tingginya siap kolaborasi dan memiliki komitmen untuk bekerja sama membangun sumber daya manusia yang dibutuhkan dan kerja lapangan dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata para dosen dan mahasiswa di desa-desa. Di samping itu melihat adanya siswa penyandang disabilitas menyumbang acara berupa nyanyian yang merdu, Rektor spontan menyatakan bahwa Perguruan Tinggi binaannya memiliki program dan kegiatan mendidik anak muda disabilitas menjadi sarjana dengan fasilitas yang memadai.

Sementara itu Sekjen DNIKS memiliki komitmen membantu anak-anak muda dan penyandang disabilitas agar bisa mendapatkan perhatian serta membantu mereka dengan sistem penjualan produk on line sehingga produk dari desa bisa dipasarkan secara luas ke daerah lain bahkan secara global ke negara- negara lain.

Acara dialog yang menarik itu diakhiri dengan kesimpulan Kepala BKKBN yang bersyukur bahwa kondisi fertilitas di Provinsi Jatim telah mencapai TFR 2,1 anak yang menggambarkan bahwa jumlah penduduk yang meninggal dunia sama dengan jumlah penduduk yang dilahirkan, dengan kesertaan KB yang tinggi sehingga diperlukan hanya akseptor KB baru sebagai pengganti pasangan usia subur tua yang tidak perlu memakai kontrasepsi karena tidak subur lagi, sehingga tugas utama BKKBN di Jawa Timur makin bergeser pada pembangunan keluarga yang bahagia dan sejahtera dalam kondisi kesertaan KB yang tinggi dan stabil. Akhirnya acara ditutup tampilnya Dr. Mulyono mengajak seluruh peserta menyanyi bersama dengan ceria diiringi goyang sederhana oleh para tamu undangan. @red (hs)

226 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!