BUMN Shop Merangsang Pembangunan Ekonomi Desa

BUMN Shop Merangsang Pembangunan Ekonomi Desa

Sindikat Post, Jakarta – Setelah BUMN Shop di Trenggalek dan yang kedua diresmikan pada hari Kamis tanggal 31 Oktober 2019 oleh Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar dan Ibu bersama Bumdes Sindoro Artha Dwipa di Desa Mojosari, Temanggung, bekerja sama dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), hari ini Ketua Tim Pakar Menteri Desa PDTT Haryono Suyono didampingi para anggota Ibu Roosary Tyas wardani, Ibu Aviliani, Jimmy Ghani dan Masril yang selama ini ikut aktif melakukan persiapan dengan Tim dari Jakarta, berkumpul di Kantor PPI di Jakarta. Rabu (5/11/2019).

Dalam kesempatan itu, Tim Pakar mengadakan pertemuan tindak lanjut dan rancangan ke depan yang sangat intensif. Pertemuan itu dilaksanakan bersama Direksi Lengkap yang dipimpin oleh Direktur Utama Agus Andi Yani bersama tiga orang staf seniornya, Prasetyo, Solikhin dan Edwin Lawerence,  yang selama ini secara intensif mengawal semua proses persiapan di Jakarta dan di dua kabupaten tersebut. Ikut hadir Tim Kemendes Ibu Hanna Prastuti dan Adit mewakili Dirjen PKP Ibu Lina yang sehari-hari mengelola dari lingkungan PKP Kemendes serta staf sekretariat Tim Pakar dari Jakarta. 

Dari pertemuan itu disepakati beberapa langkah sangat penting yang telah dikerjakan, dan akan segera ditindak lanjuti dalam kerja sama yang makin akrab, dan menguntungkan rakyat tersebut. Salah satunya adalah kesepakatan agar perluasan jangkauan segera dilakukan bersama Gubernur, Bupati dan Desa-desa yang dianggap potensial agar jumlah BUMNShop yang dibentuk mencapai layak yang menguntungkan para mitra kerja, sehingga aliran barang yang dipasok dan harga yang dijual kepada konsumen mencapai nilai yang menguntungkan rakyat konsumen di desa. Karena itu di setiap kabupaten jumlah BUMN Shop perlu diperbanyak agar aliran supply barang menguntungkan pemasok dan sekaligus tidak menambah beban ongkos kirim karena mencapai jumlah yang memadai. 

Pada tingkat BUMN Shop dengan fungsi ganda, sebagai penjual grosir yang melayani pemilik Warung di Desa perlu memperluas langganan Warung Desa agar Warung di Desa di mana saja dapat melayani rakyat banyak dengan produk berkualitas yang dijualnya mendapat harga pantas. Harga di Warung diusahakan sama dengan harga jual eceran di BUMN Shop sehingga penduduk biasa dapat berbelanja produk yang dibutuhkannya di warung tetangga atau di BUMNShop tanpa bersusah payah. Karena itu pembelian “grosir” bagi warung akan diatur tidak merugikan BUMNShop tetapi memberi margin yang cukup untuk setiap warung yang ada di semua Kampung di Desa tersebut.

Karena itu Direksi PPI sangat berharap agar BUMN Shop dan Warung yang menjadi pelanggan berjumlah cukup banyak sehingga nilai ekonomisnya menjamin harga yang memadai dan menguntungkan rakyat banyak yang menjadi pelanggan yang setia dan tidak harus setiap hari menghabiskan waktu belanja ke pasar tetapi memakai waktunya untuk mengolah bahan baku di desa menjadi produk yang akhirnya bisa dijual melalui BUMN Shop dan Warung pelanggannya atau dijual oleh BUMNSHop ke daerah dan wilayah lain yang memberikan harga menguntungkan.

Direktur Utama PPI Agus Andi Yani menjamin bahwa PPI siap melayani perluasan BUMNshop yang ada agar memudahkan Warung-warung di desa mendapatkan supply dari BUMNShop yang paling dekat dengan kegiatan retail yang dikelola warungnya, dan sekaligus makin banyak menampung hasil produksi dengan kualitas yang barik yang dihasilkan oleh penduduk desa yang dengan pelatihan yang diselenggarakan oleh Mahasiswa KKN atau Organisasi Wanita yang bergerak dalam pemberdayaan keluarga desa di berikan pelatihan yang memadai dalam peningkatan mutu produksi, kemasan serta variasi produk yang dibutuhkan masyarakat luas di desanya dan menguntungkan. Moto “Aku cinta Desaku, aku beli produksi dari Desaku” yang dianjurkan pemerintah Jokowi akan didorong semua pihak untuk memajukan Desa dan masyarakatnya.

Oleh karena itu dalam perkembangannya modal awal yang diberikan oleh PPI dan Bumdes akan diperluas dan ditawarkan juga kepada BPD dan BPR yang dimiliki, dan ada di kabupaten dan desa yang bersangkutan sehingga BUMN Shop yang maju pada akhirnya akan mampu melayani tempat pelayanan pembayaran listik dari PLN, menampung penjualan bensin untuk sepeda motor, atau membayar keperluan lainnya termasuk dan tidak terkecuali membuka warung kopi yang mungkin dibuka pada saat ada “event” yang diselenggarakan oleh keluarga yang memiliki hajat pesta perkawinan, kitanan, peristiwa olah raga dan seni di lapangan olah raga dan seni di desa, atau melayani fasilitas wisata yang dikembangkan di desa. Bisa juga BUMNShop menjadi penyelenggara kegiatan yang lebih besar dengan menawarkan desa dan fasilitasnya sebagai penyelenggara dengan skala yang lebih besar. BUMNSop mebangun Desa dan rakyat ikut menjadi pemilik fasilitas pelayanan modern dalam gaya industri 4.0 lengkap dengan penjualan on line dengan jangkauan yang luas secara nasional dan global. @red

550 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!