BERSAMA Peduli Anak Rakyat

Sindikat Post, Jakarta – Pagi ini tanggal 2 Maret 2019, para aktifis Badan Kerjasama Sosial Usaha Pembinaan Warga Tama (BERSAMA), suatu Organisasi Masyarakat yang sangat peduli terhadap anak rakyat yang digoyang dengan kenikmatan sesaat melalui tingkah pola penggunaan Narkoba, mengadakan pertemuan Rapat Kerja Nasional di Jakarta.

Hadir secara lengkap tokoh yang tidak asing lagi, Ketua Umum Bersama, Mayor Jendral Polisi (Purn) Putera Astaman, Deputy BNN Drs. Dunan Ismail Isya MM, Direktur Kementerian Dalam Negeri Drs. Budi Antono MBA, Ketua Tim Pakar Menteri Desa PDTT Haryono Suyono, Ketua Umum DNIKS Tantyo Sudharmono, Sekjen Ibu Charletty, Ketua BK3S DKI Budiharjo, para aktifis dari seluruh Indonesia, wakil-wakil mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi antara lain dari Universitas Dr Moestopo (Beragama), PTIK dan perguruan tinggi lain serta relawan sahabat Bersama lainnya.

Pertemuan yang dibuka dengan Pidato Ketua Bersama Mayjen (Purn) Putera Astaman itu mendengarkan sambutan dan pembukaan resmi oleh Deputy BNN yang menyatakan bahwa Presiden RI sangat prihatin karena penyandang Narkoba di Indonesia merayap naik dengan jelas dari dua persen menjadi empat persen dengan kecenderungan makin banyak variasi jenis Narkoba yang berasal dari luar dan produk tanaman asli yang tidak disangka mengandung bahan dan zat Narkoba yang sangat berbahaya meracuni generasi muda dan generasi potensial anak bangsa yang kita harapkan akan menjadi kekuatan maha dahsyat untuk memajukan bangsa. Karena alasan yang makin gawat itu maka Pemerintah telah mengeluarkan Inpres nomor 6 yang diikuti Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 12 yang keduanya memberikan landasan hukum yang makin kuat agar kekuatan dari berbagai Kementerian di tingkat Pusat dan Daerah segera makin dipadukan untuk menata dan mengembangkan kembali kekuatan moral anak rakyat harapan bangsa ke jalan yang dicita-citakan menjadi kekuatan pembangunan bangsa, rakyat yang mendambakan suatu bangsa yang mandiri, maju dan sejahtera.

Pada waktu Ketua Tim Pakar diminta berbagi pengalaman dalam Gerakan KB yang berhasil, disarankan agar kekuatan anak bangsa yang masih tersisa sebanyak 96 persen atau lebih tidak di sia-siakan tetapi dirangkul dan kepada setiap anak bangsa didorong kemampuannya meningkatkan kepercayaan pada diri sendiri guna makin memperkuat kepercayaan pada diri sendiri untuk tidak tergoyahkan pada rayuan penggunaan Narkoba atau sejenisnya yang merusak masa depan anak bangsa. Lebih dari itu setiap anak bangsa diajak menjadi sahabat bergabung dalam Gerakan Organisasi “Bersama” dan diberi kepercayaan penuh menjadi kekuatan dan kebersamaan yang tinggi mempertahankan jati diri bangsa yang tahan godaan dan siap membangun anak bangsanya. Lebih dari itu bersama sama dipersiapkan anak-anak sejak balita untuk bersatu dan saling sayang memperkuat persatuan dan kesatuan sehingga tercipta alternatif kegiatan yang memperkuat kebersamaan dan tekad membangun bangsa secara gotong royong guna mencapai bangsa yang maju, mandiri dan sejahtera. Kita gelorakan penghargaan yang positif pada usaha mengangkat anak bangsa dan kita abaikan tawaran yang kelihatan menarik tetapi sesungguhnya penuh tipu muslihat yang tidak menguntungkan masa depan bangsa. Semoga Gerakan ini akan mencapai sukses karena tekad menjadi bangsa besar telah kita perjuangkan dengan penuh kasih sayang dan pengorbanan nenek moyang yang tidak kecil. Semoga. @red (hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *