Amal Zakat dan Sadakoh Entaskan Keluarga Miskin Dari Lembah Kemiskinan

Amal Zakat dan Sadakoh Entaskan Keluarga Miskin Dari Lembah Kemiskinan

Sindikat Post, Jakarta – Tahun lalu, selama beberapa bulan, melalui beberapa Stasiun TVRI diadakan acara dialog yang disponsori oleh Baznas, DNIKS dan Yayasan Damandiri guna meningkatkan semangat membayar zakat, sadakoh dan sumbangan lain guna membantu keluarga dhuafa, atau keluarga miskin mengentaskan diri dari lembah kemiskinan dan menjadi keluarga sejahtera.

Siaran dialog itu mengundang minat yang tinggi sehingga sering siaran selama satu jam diikuti kuis oleh 1400 pengirim jawaban lewat hp dari daerah sekitar stasiun televisi yang mengadakan siaran tersebut. Cakupan pembayar zakat, infaq dan sadakoh juga meningkat tajam. Mereka yang menerima sumbangan tampil di layar TV dengan bangga dan memberi rasa syukur kepada mereka yang membantunya.

Siaran itu hari ini berlanjut dengan tema tetap merangsang perhatian masyarakat meningkatkan rasa peduli terhadap upaya pengentasan kemiskinan yang makin digalakkan oleh pemerintah dengan dana desa yang melimpah disalurkan langsung ke desa dan kampung-kampung di kota. Seri siaran baru ini disponsori oleh BKKBN dan Kementerian Desa PDTT sekaligus diarahkan meningkatkan peran keluarga mampu untuk membantu keluarga prasejahtera dan sejahtera I melepaskan diri dari lembah kemiskinan dan bangkit menjadi keluarga sejahtera yang mandiri.

Dalam upaya pengentasan kemiskinan, BKKBN memiliki peta keluarga yang pada tahun 1900-an digunakan sebagai road map untuk meningkatkan keluarga prasejahtera dan sejahtera I atau mengentaskan kemiskinan. Dalam suasana bulan suci Ramadhan dewasa ini diharapkan keluarga mampu yang beragama Islam membayar amal zakat, infaq dan sadakoh untuk dipergunakan sebagai pendukung upaya pengentasan kemiskinan. Karena itu setiap pengumpul zakat dan berbagai sumbangan dapat mengenal keluarga prasejahtera dan alasan keluarga tersebut menjadi prasejahtera atau miskin, misalnya rumahnya berlantai tanah, sehari tidak selalu makan lebih dari dua kali, anak-anaknya tidak sekolah, atau kalau sakit tidak dibawa ke rumah sakit.

Akan sangat baik apabila dana Zakat yang terkumpul dan sumbangan lain diberikan kepada keluarga dhuafa, keluarga prasejahtera, dalam rangkaian Hari Raya Idul Fitri nanti, sesuai kebutuhan keluarga yang bersangkutan sebagai awal melepaskan diri dari lembah kemiskinan dan dilanjutkan dengan upaya lain yang dananya berasal dari dana desa atau dana lainnya. Keluarga dhuafa yang mendapat bantuan itu kemudian diberikan kesempatan pelatihan atau magang dalam berbagai kegiatan yang di danai dengan dana desa, seperti misalnya Bumdes atau Prukades sehingga keluarga dhuafa dapat lebih mantap menjadi keluarga sejahtera. Dengan demikian dukungan untuk keluarga miskin berlanjut dan tidak berhenti pada bulan Ramadhan saja.

Dengan demikian, setiap keluarga yang masuk dalam kategori dhuafa harus secara konsisten dipersiapkan mengikuti proses pemberdayaan sehingga akhirnya lepas dari kemiskinan dan kemungkinan tahun depan justru bisa berubah menjadi keluarga pembayar zakat atau memberi sumbangan kepada keluarga dhuafa laininya. Insya Allah. @red(hs)

273 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!