Alat Angkut Buat Sapi Dari Pulau Sapudi Perlu Perhatian Pemerintah

Alat Angkut Buat Sapi Dari Pulau Sapudi Perlu Perhatian Pemerintah

Sindikat Post. Sumenep – Pulau Sapudi Kab.Sumenep, Madura Jawa Timur, merupakan pulau tempat perkembang biaknya sapi di Madura, Teramat banyaknya populasi sapi Madura di pulau Sapudi, sehingga pulau ini diberi julukan “PULAU SAPI”.

Daerah Sapudi merupakan tempat cikal bakal sapi kerapan yang terkenal dan menjadi icon pulau Madura. Dan dari pulau inilah setiap minggunya tepatnya hari Kamis, ratusan sapi di kirim keluar Sapud menuju wilayah Situbondo dan wilayah Sumenep sendiri untuk dipasarkan di seluruh pulai Madura.

Walau tiap minggunya ratusan sapi yang keluar dari wulayah Sapudi tetapi sapi tidak pernah habis di pulau itu, karena hal itulah Sapudi disebut pulau sapi yang menjadi kebanggaan pemerintah Kab.Sumenep.

Dari balik suksesnya masyarakat pulau Sapudi menjual ratusan sapi tiap Minggu, hal miris terlihat dari cara pengiriman sapi melalui jalur laut, dan itu seharusnya jadi perhatian pemerintah setempat.

Ketika sapi-sapi  yang dijual naik keperahu, sapi-sapi itu harus masuk kedalam air dan diseret dan ditarik naik perahu dan begitupun ketika diturunkan, sapi terlihat dilempar turun sehingga sapi diduga mengalami stres, dan tidak jarang sapi mengalami patah tulang, pemandangan yang sangat menyedihkan melihat kenyataan seperti itu.

Akhmadi salah satu anggota dari organisasi Sindikat Wartawan Indonesia (SWI) sangat prihatin melihat kenyataan yang dialami sapi-sapi tersebut, terkesan tidak ada perhatian sama sekali dari pemerintah setempat.

“Seharusnya pemerintah Sumenep bangga dan bisa memberi perhatian lebih kepada pulau Sapudi. Pemerintah harusnya mengutamakan pengadaan Alat angkut laut untuk pengiriman sapi keluar dari pulau Sapudi, kasihan sapi sapi itu stres dan kadang mengalami luka dan patah tulang,” kata Akhmadi. Kamis (23/05/2019).

Masih Akhmadi, “Dan anehnya, apakah sengaja dinas peternakan setempat menutup mata akan hal ini sehingga hal itu diduga tidak pernah di sampaikan ke pemerintah. Seakan cuek saja. Padahal ini perlu dicatat, setiap sapi yang keluar dari Sapudi oleh pegawai peternakan yang ada di sapudi itu dikenai biaya Rp. 5000 (lima ribu rupiah) per sapi. Bayangkan kalau tiap minggunya berkisar 100 sampai 180 ekor sapi, tinggal kalikan aja”.

“Kalau sapi yang keluar sudah ditarik retribusi berarti kan ada setoran kedinas, ya, dan seharusnya di perhatikan tentunya,” imbuhnya.

Harapan masyarakat Sapudi lewat media ini, banyak berharap ada perhatian kedepannya dari pemerintah, ke arah yang lebih baik untuk pulau sapi.@ Akh.

417 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!