Pertemuan Kepala BKKBN Dengan Para Sesepuh Penggerak KB

Pertemuan Kepala BKKBN Dengan Para Sesepuh Penggerak KB

Sindikat Post, Jakarta – Dalam rangka menyambut Langkah Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo SPOG (K) mengeluarkan Logo Baru untuk BKKBN, para senior yang pernah mengantar Program KB mencapai puncak dan sangat peduli atas kelanjutan keberhasilan yang dirintisnya, Prof. Dr. Haryono Suyono, mantan Kepala BKKBN dan Menko Kesra Taskin, Prof. Dr. Priyono mantan Deputy Menteri Kependudukan, dan Sekretaris Wakil Presiden, Dr. Muh. Sudharmadi, mantan Deputy dan Sesmenko Kesra Taskin, Dr. Mazwar Nurdin, mantan Deputy dan Sestama BKKBN, Dr. Sudibyo Alimuso, mantan Deputy dan Sestama BKKBN, dan Dr. Mulyono Daniprawiro, mantan Asisten Menko Kesra, hari Senin diterima silaturahmi yang akrab oleh Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, SPOG (K) didampingi para Deputy BKKBN, Prof. Dr. Rizal Damanik dan Dr. Dwi Listyawardani di Kantor BKKBN di Halim Perdana Kusuma Jakarta.

Silaturahmi yang berlangsung akrab tersebut pertama-tama merupakan kesempatan bagi para sesepuh yang tergabung dalam berbagai Organisasi Masyarakat dan umumnya masih sangat aktif dalam gerakan pembangunan melalui lembaga dan Organisasi Sosial, mengucapkan selamat atas diluncurkannya logo baru BKKBN guna merangsang dan mendorong program KB yang makin bergairah menolong keluarga Indonesia, utamanya menarik generasi muda yang disebut generasi Mileniial makin mengenal, mewarisi dan mengikuti kepahlawanan generasi sebelumnya yang telah membawa Program KB sukses, terkenal dan membawa manfaat bagi jutaan keluarga di Indonesia dan menjadi panutan program serupa di seluruh dunia. 

Generasi Milenial diharapkan melanjutkan sukses tersebut dengan langkah nyata ikut melestarikan kesertaan budaya keluarga baru dengan jumlah anak yang sedikit tetapi memiliki kualitas unggul, sehingga sanggup menopang kehidupan keluarga yang bahagia, dan sejahtera seperti dicita-citakan oleh kedua orang tua mereka, sekaligus menjadi kekuatan sumber daya manusia bangsa yang mampu mengantar, dan memimpin pembangunan di tanah airnya guna membawa bangsa besar ini menjadi bangsa dengan kekuatan sosial ekonomi tangguh yang menempatkan Indonesia pada ulang tahunnya yang ke 100 nanti menjadi bangsa yang maju, mandiri, dan disegani di dunia.

Para sesepuh mengharapkan agar Logo Baru tersebut menyatukan kembali kekuatan BKKBN di pusat dan daerah guna membantu para Kepala Daerah membangun secara terpadu keluarga bahagia, dan sejahtera sehingga seluruh komponen pembangunan di pusat dan daerah secara tepat sasaran memberikan dukungan kepada keluarga tertinggal agar segera bisa memperbaiki fungsi-fungsi keluarganya yang lemah, diperkuat agar secara mandiri dan lestari dapat membantu keluarganya.

Upaya bantuan yang tepat sasaran itu bisa diarahkan dengan menggunakan sistem pendataan keluarga yang pernah sukses mengantar peserta upaya pengentasan kemiskinan oleh BKKBN sebagai “roadmap” bagi setiap keluarga, yang dengan dukungan terpadu, mengubah dan meningkatkan fungsi keluarganya yang lemah menjadi makin kuat guna mengentaskan kemiskinan dan melanjutkan pembangunan keluarganya secara mandiri.

Para senior menganjurkan disegarkannya kemitraan dengan berbagai Perguruan Tinggi, baik dalam penelitian dan pengembangan mutu tenaga, utamanya dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) agar sasaran keluarga Milenia dapat di dekati melalui kegiatan sesama anak muda melalui berbagai upaya pembangunan di desa dan kampung di kota guna mencapai hasil yang maksimal. Sekaligus dirangkul tidak kurang dari 6.000.000 anggota PWRI pensiunan yang tersebar di desa untuk bersama para sesepuh desa lain yang lebih dari 70 persen ikut atau pernah ikut ber-KB membantu generasi baru dengan keteladanan dan dukungan lain yang diperlukan. Bagaimanapun, biarpun anak-anak muda generasi Milenial bersifat praktis dan instan, tetapi sebagian besar masih menaruh hormat pada orang tuanya.

Kekuatan terpadu antar generasi itu bukan semata diajak “menawarkan kontrasepsi” tetapi mengisi dan memperbaiki kelemahan fungsi keluarga yang menyebabkan suatu keluarga jatuh miskin, artinya “kebersamaan” antar generasi itu menjadi pendukung pembangunan terpadu terhadap  kekuatan antar Kementerian, utamanya Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Desa PDTT dan lainnya guna suksesnya pembangunan di desa, dan di kawasan lainnya menuju desa dan kawasan mandiri yang penduduknya makin produktif, maju, modern dan mandiri. Suatu sinergi yang diharapkan diantar dengan persatuan gotong royong antar generasi sebagai kekuatan sumber daya manusia untuk pembangunan yang gegap gempita dalam wujud persatuan anak bangsa secara terpadu, damai dan sejuk.

Kepala BKKBN dengan sangat simpatik menyambut baik berbagai gagasan itu dan menambahkan bahwa secara kebetulan beliau telah mengarahkan staf yang sebagian besar tidak banyak bedanya sehingga kedatangan para senior dengan maksud yang baik itu menambah semangat melangkah dengan mantab. Beliau menyampaikan pula bahwa baru-baru ini, langkah-langkah awal itu telah dibicarakan secara langsung bersama Presiden Jokowi yang memberi petunjuk agar usaha awal membangun Kampung KB untuk kampung yang tertinggal penggunaan kontrasepsinya segera di tingkatkan, agar Kampung KB tidak berarti Kampung kontrasepsinya rendah, tetapi Kampung Keluarga Berkualitas, atau sesungguhnya lebih tepat sebagai Kampung KS atau Kampung Keluarga Sejahtera yang menjadi perhatian dan garapan terpadu dari berbagai Kementerian dan seluruh komponen pembangunan yang cinta negara dan masyarakatnya yang maju, mandiri, adil dan makmur. Insya Allah. @red (hs)

 941 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!